Hadirkan Pakar Paten UNESA, LPPM UIN Madura Pacu Dua Peneliti Usulkan Paten Unggulan
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Minggu, 30 Agustus 2026
- Dilihat 55 Kali
PAMEKASAN — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus berkomitmen meningkatkan kualitas serta pelindungan karya akademik para dosen dan penelitinya. Langkah ini diwujudkan melalui rencana penyelenggaraan kegiatan penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berfokus pada pendaftaran paten dan hak cipta.
Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026 di Aula Gedung Rektorat Lantai 2 UIN Madura ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata cara, strategi, hingga tata kelola pengusulan HKI di lingkungan perguruan tinggi.
Hadirkan Pakar dari Pusat Layanan HKI UNESA, guna memberikan pemaparan materi yang mendalam dan aplikatif, LPPM UIN Madura secara resmi mengundang Biyan Yesi Wilujeng, S.Pd., M.Pd. dari Pusat Layanan Hak dan Kekayaan Intelektual Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai narasumber utama. Menyampaikan bahwa kehadiran pakar dari UNESA diharapkan dapat membagikan wawasan serta pengalaman praktis terkait akselerasi perolehan paten dan hak cipta.
"Upaya peningkatan pemahaman dan kapasitas dosen serta peneliti di lingkungan UIN Madura dalam bidang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual sangat krusial. Kami berharap luaran riset para dosen tidak hanya berhenti pada laporan atau publikasi, tetapi juga terlindungi secara hukum dan memiliki nilai tambah," ujar Bapak Syaiful Hadi
Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. Erie Hariyanto, M.H., juga menyampaikan Apresiasi kepada kelompok Riset Bersama Rektor UIN Madura yang sudah menuntaskan output Riset Jatim Melaju semoga menjadi tauladan bagi kelompok yang lain, menjadi program LPPM kedepan untuk mereaktivasi Pusat HKI, Dimana semua ususlan HKI dan Paten akan melalaui satu pintu LPPM. UIN Madura dorong luaran riset berdampak melalui kegiatan ini, LPPM UIN Madura menargetkan adanya peningkatan signifikan jumlah pendaftaran paten dan hak cipta dari riset-riset civitas akademika. Hal ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mendorong hilirisasi riset serta memperkuat reputasi kelembagaan di tingkat nasional.
Pada acara ini Kelompok Dr. Syaiful Hadi, M.Pd melaporkan hasil akhir Penelitian Kolaborasi Jawa Timur Melaju yang mengandeng 12 kampus PTKI dari riset bersama ini lahir 4 HKI, 4 draf Artikel SCOPUS dan buku serta paten sederhana tentang aplikasi pembelajaran di luar kelas yang diiniasi oleh Pak Syaiful Hadi yang sekaligus Rektor UIN Madura
Begitu juga hasil riset Prof. Dr. Maimun, M.Ag dengan judul Evaluasi Kepatuhan Implementasi Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok Kabupaten/Kota Di Jawa Timur (Studi Dampak Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok terhadap Prevalensi Perokok dan Penyakit Akibat Paparan Asap Rokok Pemantauan PM 2.5 untuk Evaluasi Kepatuhan Regulasi Kawasan Tanpa Asap Rokok di Jawa Timur, Indonesia juga mengusul paten atas temuan alat deteksi Asap rokok yang di praktekkan langsung di Rektorat UIN Madura.