Alamat

Kantor LPPM, Gedung Rektorat Lt. 3

Telp./WA

08989700500

Email

lppm@uinmadura.ac.id

Perkuat Sinergi Pengabdian, LPPM UIN Madura Monev KKN Kolaboratif dan PKM Desa Mitra di Pegantenan

  • Diposting Oleh Admin Web LPPM
  • Selasa, 11 Agustus 2026
  • Dilihat 77 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 11 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi di Posko Tebul Barat dan Posko Bulengan Timur, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi lokasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra UIN Madura di Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Monev ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program KKN Kolaboratif berjalan sesuai dengan tujuan, rencana kerja, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan mahasiswa di masing-masing posko, tim juga melihat secara langsung berbagai potensi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan di Lokasi pengabdian.

Dalam kunjungan ke Desa Pegantenan, tim Monev juga berkesempatan melihat secara langsung kegiatan petik melon sebagai salah satu bentuk pengembangan potensi ekonomi dan pertanian masyarakat desa. Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana program pengabdian dapat diarahkan pada penguatan potensi lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan Monev KKN Kolaboratif ini melibatkan sejumlah pimpinan dan pengelola pengabdian dari perguruan tinggi mitra. Di antaranya Dr. Iswahyudi, S.TP., M.Si., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM), Dr. Marchel Putra Garfansa, M.P., Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Madura, Dr. Agus Afandi, M.Fil.I., Plt. Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Sunan Ampel Surabaya, Dhanang Tri Setyawan, Elok Maria Ulfah, M.PSDM. dari UIN Sunan Ampel Surabaya; Masykur Arif, M.Hum., Kepala Penerbitan dan HKI LPPM Universitas Annuqayah; serta Dr. Hermanto Halil, M.Pd.I., Koordinator KKN Universitas Al-Amien Prenduan.

Tim melakukan dialog dengan mahasiswa, melihat perkembangan program kerja, serta mengevaluasi keterlibatan mahasiswa dalam merespons kebutuhan masyarakat. Monev juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antarlembaga agar kolaborasi KKN tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat menghasilkan program yang berkelanjutan.

Selaku tuan rumah pelaksanaan KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi, Prof. Dr. Eri Hariyanto, M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi mitra yang telah membangun kerja sama dalam pelaksanaan KKN kolaboratif.

Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

“KKN kolaboratif ini bukan sekadar mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bersama-sama memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, keberhasilan KKN harus diukur dari sejauh mana program yang dilakukan memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Eri.

Prof. Eri juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk mampu menggali dan mengembangkan potensi lokal yang ada di setiap desa. Menurutnya, kegiatan seperti petik melon di Desa Pegantenan menunjukkan bahwa desa memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pendampingan, inovasi, dan kolaborasi antara masyarakat dengan perguruan tinggi.

“Potensi desa harus kita lihat sebagai kekuatan. Mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan program, tetapi juga harus mampu menemukan potensi, mendampingi masyarakat, dan membantu mengembangkan potensi tersebut agar memiliki nilai tambah,” tambahnya.

Ia berharap pelaksanaan KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi dapat menjadi model pengabdian yang terus dikembangkan melalui sinergi antarkampus.

“Semoga kolaborasi ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Kita berharap ada keberlanjutan program, baik dalam bentuk pendampingan masyarakat, pengembangan potensi desa, maupun kerja sama akademik dan pengabdian antarlembaga,” pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan Monev diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai pelaksanaan KKN Kolaboratif di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program pengabdian pada masa mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, UIN Madura bersama perguruan tinggi mitra terus berkomitmen memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan program yang berbasis pada kebutuhan dan potensi masyarakat desa.