UIN Madura Ikuti Monitoring Bersama KKN Nusantara 2026 di Banten, Perkuat Mutu Pengabdian dan Kolaborasi PTKIN
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Rabu, 12 Agustus 2026
- Dilihat 83 Kali
Serang, 6 Agustus 2026 — Universitas Islam Negeri (UIN) Madura turut berpartisipasi dalam Monitoring Bersama Kegiatan KKN Nusantara Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan KKN sekaligus memperkuat koordinasi antarperguruan tinggi keagamaan Islam dalam penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.
UIN Madura dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., yang menjalankan tugas monitoring terhadap mahasiswa UIN Madura sekaligus mengikuti rangkaian forum monitoring nasional bersama perguruan tinggi penyelenggara dan peserta KKN Nusantara.
Kegiatan monitoring dipusatkan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Syekh Mohammad Nawawi Albantani, Kampung Andamui, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten. Sekretariat kegiatan ditempatkan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Pada hari pertama, Selasa (4/8/2026), Tim Monitoring UIN Madura mengikuti agenda Progress Report Kegiatan KKN Nusantara Tahun 2026 yang berlangsung pada pukul 16.00–18.00 WIB. Forum tersebut diikuti oleh perguruan tinggi peserta KKN Nusantara sebagai ruang untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaan program pengabdian di wilayah masing-masing.
Dalam forum tersebut, masing-masing perguruan tinggi mempresentasikan berbagai perkembangan pelaksanaan KKN, meliputi capaian program kerja, partisipasi masyarakat, inovasi kegiatan, tantangan di lapangan, serta strategi penyelesaian terhadap berbagai persoalan yang ditemukan selama pengabdian.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Review dan Mitigasi Pelaksanaan KKN Nusantara Tahun 2026 pada malam harinya. Forum tersebut membahas berbagai persoalan teknis dan substantif, strategi mitigasi risiko, koordinasi antarperguruan tinggi, serta persiapan kegiatan expose hasil KKN dan penutupan program. Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan KKN Nusantara pada masa mendatang.
Tidak berhenti pada forum nasional, monitoring juga dilaksanakan secara langsung di lokasi pengabdian mahasiswa. Pada Rabu (5/8/2026), tim melakukan visitasi ke sejumlah lokasi KKN Nusantara di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Tim bergerak dari Kota Serang menuju Kecamatan Cirinten, Desa Ciboleger, dan Kantor Kecamatan Leuwidamar, sebelum kembali ke Kota Serang. Kunjungan lapangan dilakukan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan program pengabdian, kondisi posko, administrasi kegiatan, keterlibatan masyarakat, serta keberlangsungan program pemberdayaan yang dijalankan mahasiswa.
Dalam monitoring tersebut, Dr. Agik Nur Efendi juga melakukan dialog bersama lima mahasiswa UIN Madura peserta KKN Nusantara Tahun 2026. Dialog membahas perkembangan program kerja, capaian kegiatan, pola kolaborasi mahasiswa dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan pengabdian.
“Monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan KKN tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Mahasiswa perlu terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat serta memastikan setiap program yang dijalankan memiliki relevansi dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Agik Nur Efendi selaku Kapus PKM UIN Madura.
Rista Irawati, salah satu mahasiswa UIN Madura peserta KKN Kolaborasi Nusantara, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN berlangsung dengan menyenangkan. “Selama mengikuti KKN, kegiatannya berlangsung menyenangkan. Suasana masyarakat juga sangat mendukung sehingga kami merasa nyaman dalam menjalankan berbagai program kerja. Namun, salah satu kendala yang kami hadapi adalah keterbatasan air, sehingga kebutuhan air menjadi salah satu hal yang perlu kami perhatikan selama berada di lokasi KKN,” ungkap Rista.
Keikutsertaan UIN Madura dalam monitoring nasional ini menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN yang terencana, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Monitoring tidak hanya menjadi instrumen pengawasan terhadap mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama bagi perguruan tinggi untuk memastikan tata kelola KKN semakin baik. Melalui koordinasi, evaluasi, dan berbagi praktik baik antarlembaga, pelaksanaan KKN diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang lebih relevan, inovatif, dan berkelanjutan.