Alamat

Kantor LPPM, Gedung Rektorat Lt. 3

Telp./WA

08989700500

Email

lppm@uinmadura.ac.id

KKN 2026 UIN Madura Berjalan Lancar, LPPM Dorong Penguatan Model Kolaboratif dan Kemitraan Desa

  • Diposting Oleh Admin Web LPPM
  • Senin, 7 September 2026
  • Dilihat 48 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 9 September 2026 — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 UIN Madura secara umum berjalan dengan lancar. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan evaluasi KKN yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura pada Rabu, 9 September 2026, pukul 11.00–13.30 WIB di Ruang Sidang Lantai 2 Rektorat UIN Madura.

Evaluasi tersebut menjadi momentum bagi LPPM dan unsur fakultas untuk merefleksikan pelaksanaan KKN Tahun 2026 sekaligus merumuskan berbagai langkah penguatan untuk penyelenggaraan KKN pada masa mendatang. Selain mengevaluasi aspek teknis pelaksanaan, forum juga membahas pentingnya menghadirkan inovasi dan penguatan kolaborasi agar program KKN semakin memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, M.H., Sekretaris LPPM, Dr. H. Moch. Cholid Wardi, M.HI., Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., beserta staf LPPM. Hadir pula Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD), Dr. Ah. Fawaid, MA., beserta Kepala Laboratorium FAUD, Hafidlatul Fauzuna, M.I.Kom., Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Fathol Holiq, M.Si., Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. Fahrurrozi, M.E.I., serta Kepala Laboratorium Fakultas Syariah, Abd. Muni, M.H.I.

Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, M.H., menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan KKN Tahun 2026 telah berjalan dengan baik. Namun, capaian tersebut perlu diikuti dengan pembaruan dalam konsep dan pelaksanaan KKN agar keberadaannya semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, KKN ke depan perlu dirancang sedemikian rupa sehingga tidak dipandang sebagai beban oleh pihak desa, melainkan sebagai bentuk kolaborasi yang dihadirkan oleh perguruan tinggi bersama masyarakat desa. Dengan demikian, mahasiswa tidak sekadar datang untuk melaksanakan program, tetapi hadir sebagai mitra yang mampu membangun sinergi, mengidentifikasi kebutuhan, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gagasan tersebut menegaskan perlunya perubahan orientasi KKN dari sekadar pelaksanaan program menuju model pengabdian yang lebih partisipatif dan kolaboratif. Desa tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan KKN, tetapi ditempatkan sebagai mitra yang memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kebermanfaatan program.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris LPPM UIN Madura, Dr. H. Moch. Cholid Wardi, M.HI., menyampaikan pentingnya melibatkan pihak desa maupun kecamatan dalam proses penguatan penyelenggaraan KKN. Pelibatan tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih utuh mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antara perguruan tinggi dan pemerintah di tingkat lokal.

Kehadiran pihak desa dan kecamatan juga dinilai penting untuk membangun komunikasi dan sinergi sejak awal, sehingga program yang dibawa mahasiswa dapat lebih selaras dengan kebutuhan dan prioritas wilayah. Dengan pola tersebut, KKN diharapkan tidak berjalan secara parsial, tetapi menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

 

Evaluasi KKN Tahun 2026 pada akhirnya tidak hanya diarahkan untuk melihat apa yang telah terlaksana, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan kebaruan dan penguatan model KKN UIN Madura. LPPM mendorong agar pengalaman pelaksanaan tahun ini menjadi dasar untuk menghadirkan KKN yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berdampak.

Melalui penguatan tersebut, UIN Madura berkomitmen menjadikan KKN sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian yang mampu mempertemukan kapasitas akademik mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat. KKN diharapkan hadir bukan sebagai tambahan beban bagi desa, melainkan sebagai mitra kolaboratif yang bersama-sama membangun solusi dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.