Mewujudkan Jurnal Kredibel Terbuka, LPPM UIN Madura Menggelar Webinar DOAJ Clinic
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Jumat, 11 September 2026
- Dilihat 42 Kali
Pamekasan, Jumat 11 September 2026--Dalam rangka mendorong jurnal-jurnal UIN Madura dapat terindeks DOAJ, LPPM menggelar Webinar DOAJ Clinic pada Jumat, 11 September 2026. Narasumber yang dihadirkan adalah Ikhwan Arief, S.T, M.Sc, Managing Editor DOAJ Indonesia dari Universitas Andalas Padang dengan moderator Dr. H. Jamiludin Usman, Koordinator Rumah Jurnal Indonesia Academy dari UIN Madura.
Dalam sambutannya, Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. H. Erie Haryanto, M.H mengharapkan pelaksanaan Webinar DOAJ Clinic dapat mendorong jurnal-jurnal di UIN Madura terutama di bawah LPPM UIN Madura untuk memiliki tata kelola jurnal sesuai standar internasional DOAJ. Dengan standar tersebut jurnal-jurnal UIN Madura memiliki gambaran dan modal untuk peningkatan akreditasi Sinta.
Dalam pemaparannya, Ikhwan Arief menjelaskan posisi DOAJ yang concern pada proses dan kualitas tata kelola jurnal yang baik akan memberi dampak pada kualitas publikasi jurnal yang juga baik. Kecuali didapat indikasi kejanggalan dan pelanggaran etik, jarang tim DOAJ menyentuh kualitas artikel untuk proses penilaian indeksasi atau re-indeksasi DOAJ suatu jurnal.
Pada kesempatan Webinar tersebut, Ikhwan Arief juga memberikan review khusus terhadap Jurnal Nuansa dan Jurnal Perdikan. Beruntung dalam proses review tersebut, Ikhwan Arief selaku managing editor DOAJ memberikan respon positif terhadap pengajuan DOAJ Jurnal Perdikan. Tidak lama berselang, Jurnal Perdikan mendapat persetujuan terindeks DOAJ. Sedangkan Jurnal Nuansa menyisakan catatan tata kelola yang perlu diperbaiki, misal pada proses submission dan acceptance yang rentang waktunya kurang dari satu bulan. Hal tersebut menandakan proses review dan revisi berlangsung cepat sehingga berpotensi menghasilkan artikel bermutu rendah.
Dr. Halimatus Sakdiyah, M.Pd.I, managing editor Jurnal Nuansa menyatakan mendapatkan informasi yang berharga dari ulasan Ikhwan Arief. Menurutnya, ulasan tersebut menjadi starting point perbaikan Jurnal Nuansa untuk kembali ke jalur pemeringkatan yang lebih baik berikutnya. Pengelola baru Jurnal Nuansa yang telah bekerja menerbitkan satu nomor publikasi (satu semester), membutuhkan waktu untuk mendapatkan ritme pengelolaan jurnal yang baik.
Saat ini dari 30 jurnal di lingkungan UIN Madura, terdapat 5 jurnal yang terindeks DOAJ yaitu Al-Ihkam, Tadris, Okara, Islamuna, dan yang terbaru adalah Perdikan (jurnal pengabdian kepada masyarakat LPPM UIN Madura). Nuansa (jurnal penelitian LPPM UIN Madura) sempat terindeks DOAJ sebelum terlempar pada tahun 2024. Sekalipun bukan keharusan, terindeks DOAJ akan membantu untuk mengukur kesehatan desain tata kelola jurnal sehingga dapat menghasilkan artikel jurnal yang bermutu.
Berbeda misal dengan Scopus dan WoS (Web of Science) sebagai lembaga peindeks data sitasi dan pengukuran dampak ilmiah, DOAJ (Directory of Open Access Journals) merupakan pengindeks jurnal akses terbuka dari seluruh dunia. DOAJ, yang berpusat di Denmark, mengindeks jurnal di seluruh dunia dengan tata kelola jurnal yang sehat. Sedangkan Scopus fokus pada kualitas akademik, relevansi, keterbacaan internasional, kontribusi ilmiah, dan tingkat sitasinya. Sederhananya, DOAJ dapat dijadikan tolak ukur persiapan dan kesiapan untuk indeksasi Scopus dan WoS.
Kemunculan jurnal-jurnal baru di UIN Madura sebagai hal yang menggembirakan dan menciptakan iklim kompetisi. Tantangan kompetitifnya adalah meraih capaian tingkatan-tingkatan jurnal bereputasi untuk menyusul prestasi Jurnal al-Ihkam dan Karsa yang telah terindeks Sinta 1 dan Scopus. Beberapa jurnal lama yang pada dasarnya telah disiapkan dan didorong untuk menjadi jurnal bereputasi, progresnya tertahan dan bahkan merosot. Faktornya rata-rata disebabkan masalah tata kelola. Kondisi ini tentu bagian dari dinamika namun perlu mendapatkan perhatian untuk diupayakan penguatan dalam rangka mengembalikan jurnal-jurnal lama ke jalur peningkatan peringkat sebagaimana mestinya. Keharusan agar jurnal-jurnal lama tidak seperti mobil tua yang mogok dan lama-lama teronggok. (Affani)