Perkuat Jejaring Riset Global, Kaprodi KPI UIN Madura Ikuti Short Course Internasional di Maroko
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Kamis, 22 Oktober 2026
- Dilihat 62 Kali
Rabat, Maroko — Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Imam Sadili, terpilih sebagai peserta short course internasional bertajuk Comparing Islam Across Cultures: Knowledge, Practice, and Public Life in a Changing World. Program ini berlangsung di Rabat, Maroko, pada 11–23 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia, Leiden University, KITLV-Jakarta, dan The Netherlands Institute in Morocco (NIMAR). Program ini mempertemukan akademisi untuk memperdalam kajian tentang Islam lintas budaya sekaligus mengembangkan kerja sama penelitian internasional.
Penugasan peserta ditetapkan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Delegasi Indonesia terdiri atas unsur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam serta dosen dari sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam. Ada 12 orang peserta yang terlibat dalam acara ini, yaitu Imam Sadili (Universitas Islam Negeri Madura), Esti Yuli Widayanti (UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo), Muhammad Haramain (IAIN Parepare), Didin Nuruddin Hidayat (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Siti Amaroh (UIN Sunan Kudus), Putri Swastika (UIN Jurai Siwo Lampung), Faqiuddin Abdul Kodir (UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon), Diana Nur Sholihah (Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri), Try Riduwan Santoso (IAI Latifah Mubarokiyah Suryalaya), Sitti Nurfaidah (UIN Kendari), Saifuddin Dhuhri (IAIN Lhokseumawe), dan Fithriady (UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Kegiatan dibuka pada Senin, 12 Oktober 2026, di kantor NIMAR, Rabat. Pembukaan diawali dengan sambutan Direktur NIMAR, Prof. Léon Buskens, dilanjutkan kuliah pembuka oleh Prof. Arskal Salim dari Kementerian Agama RI. Koordinator program, Dr. Verena Meyer dari Leiden Institute for Area Studies, kemudian memperkenalkan para pengajar, peserta, serta tujuan pembelajaran.
Program dirancang dalam lima komponen yang saling terhubung, meliputi kursus metodologi penelitian, pengabdian berbasis riset, dan penulisan akademik; kunjungan lapangan (ke Tangier dan Fes); sesi penjajakan kemitraan dan penyusunan proposal kolaborasi Leiden–Kemenag untuk skema AIR Fund 2027; simposium internasional di Universitas Mohammed V Rabat; serta presentasi peserta dan evaluasi.
Rangkaian tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menghubungkan pembahasan konseptual dengan pengamatan lapangan. Pertemuan dengan akademisi dari berbagai institusi juga menjadi sarana untuk mempertajam gagasan penelitian dan menjajaki peluang kolaborasi lintas negara.
Para pengajar berasal dari Leiden University, KITLV, BRIN, serta sejumlah universitas di Maroko dan Indonesia. Di antaranya adalah Prof. Bart Barendregt, Dr. David Kloos, Dr. Annemarie Samuels, Dr. Rizal Shidiq, Prof. Eka Srimulyani, Dr. Ahmad Nuril Huda, dan Dr. phil. Syaifudin Zuhri.