Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

lp2m@iainmadura.ac.id

Melalui LPPM, UIN Madura Ambil Bagian Strategis dalam Kolaborasi Riset PTN Jawa Timur Melaju 2026

  • Diposting Oleh Admin Web LPPM
  • Rabu, 15 April 2026
  • Dilihat 49 Kali
Bagikan ke

Kediri– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong pembangunan daerah berbasis data dan ilmu pengetahuan melalui penguatan kolaborasi riset antar perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan saat peluncuran program Riset Kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Jawa Timur Melaju 2026 dalam Rapat Kerja I Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur di UIN Syekh Wasil Kediri, Rabu (15/4/2026).

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemangku kebijakan dan perguruan tinggi guna menghasilkan riset unggulan yang mampu mendukung percepatan pembangunan di Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi civitas akademika untuk menghadirkan inovasi berbasis keilmuan.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan riset-riset unggulan untuk mewujudkan Jawa Timur yang maju dan berdaya saing. Ketika Jawa Timur maju, maka akan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyoroti urgensi pengembangan applied science atau ilmu terapan sebagai jembatan antara hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri, usaha, serta sektor pendidikan vokasi seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ia berharap, riset kolaboratif yang dilakukan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur, Prof. Nurhasan, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen PTN untuk berperan aktif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta transformasi digital.

“Kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar dari masing-masing PTN, sehingga terkumpul Rp15 miliar untuk mendukung program kolaborasi ini,” ungkapnya.

Nurhasan juga menekankan pentingnya pemetaan persoalan bangsa secara sistematis (by design) serta penguatan sinergi lintas institusi, disiplin ilmu, dan sektor. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin menjadi keharusan untuk menghasilkan solusi yang komprehensif,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UIN Madura beserta jajaran pimpinan, yakni Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penguatan kolaborasi riset di tingkat regional. Sebagai bagian dari kontribusinya, UIN Madura turut mengikutsertakan delapan judul riset dalam program Jawa Timur Melaju 2026. Partisipasi ini menjadi wujud nyata peran aktif perguruan tinggi dalam menghasilkan riset aplikatif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

 (Sumber Lentera)