Alamat

Kantor LPPM, Gedung Rektorat Lt. 3

Telp./WA

08989700500

Email

lppm@uinmadura.ac.id

Merawat Jejak Akademik Moh. Mashur Abadi, LPPM UIN Madura Gelar Penulisan dan Bedah Buku

  • Diposting Oleh Admin Web LPPM
  • Rabu, 30 September 2026
  • Dilihat 10 Kali
Bagikan ke

 

Pamekasan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar kegiatan Penguatan Literasi Akademik melalui Penulisan Buku dan Bedah Buku “Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I.”, Senin (28/9/2026). Bertempat di Aula Perpustakaan UIN Madura, kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui MIU TV Official.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penguatan budaya literasi akademik, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap almarhum Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I., dosen senior sekaligus mantan Ketua LPPM UIN Madura periode 2014–2026. Jejak pemikiran, pengabdian, persahabatan, serta kontribusinya terhadap perkembangan institusi dihimpun dalam sebuah buku yang ditulis secara kolaboratif oleh 45 penulis.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., jajaran pimpinan rektorat, pimpinan fakultas dan lembaga, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, para penulis, serta keluarga almarhum.

Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. Erie Haryanto, M.H., menjelaskan bahwa penerbitan buku tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mendokumentasikan perjalanan hidup seorang tokoh. Lebih dari itu, penulisan buku menjadi bagian dari ikhtiar menjaga memori institusional sekaligus mewariskan jejak pemikiran para pendahulu kepada generasi berikutnya.

Menurut Prof. Erie, kekuatan buku Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I. terletak pada keragaman perspektif para penulisnya. Tulisan-tulisan di dalamnya tidak hanya berasal dari dosen dan kolega almarhum, tetapi juga dari keluarga serta berbagai pihak yang pernah berinteraksi dengan Moh. Mashur Abadi, baik dalam ruang akademik maupun kehidupan personal.

“Semoga ini menjadi awal agar para tokoh dan para mujahid yang telah mendahului kita dapat ditulis, sehingga jejak mereka bisa dibaca oleh generasi berikutnya dan cucu-cucu kita. Para pendahulu telah memberikan arah dan kontribusi bagi perkembangan kampus, sedangkan generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan jejak-jejak tersebut,” ungkap Prof. Erie.

Prof. Erie berharap, jejak pemikiran Moh. Mashur Abadi tidak berhenti pada penerbitan sebuah buku. Gagasan, pemikiran, dan kontribusi almarhum diharapkan dapat terus dikembangkan ke dalam berbagai produk akademik lainnya, termasuk artikel jurnal. Dengan demikian, warisan pemikirannya dapat terus dibaca, didiskusikan, dikritisi, dan dikembangkan dalam ruang akademik.

Pemilihan Perpustakaan UIN Madura sebagai tempat pelaksanaan kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Selain bertepatan dengan momentum Bulan Kunjung Perpustakaan, penyelenggaraan kegiatan di ruang tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat tumbuhnya budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan menghasilkan karya-karya akademik.

Rektor: Menulis Jejak sebagai Bentuk Penghargaan Akademik

Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., dalam sambutannya mengaitkan penerbitan buku “Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I.” dengan perjalanan panjang kelembagaan UIN Madura. Menurutnya, perkembangan dan wajah UIN Madura hari ini merupakan bagian dari proses sejarah yang tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para pendahulu pada setiap fase perkembangan institusi.

Rektor mengingatkan bahwa perjalanan UIN Madura dibangun melalui lintasan sejarah yang panjang. Di dalamnya terdapat para pendiri dan pelaku sejarah dari generasi 1970-an, 1980-an, 1990-an, 2000-an, hingga generasi saat ini. Setiap generasi memiliki peran dan kontribusi masing-masing dalam membentuk dinamika kelembagaan hingga akhirnya berkembang menjadi Universitas Islam Negeri Madura.

“Eksistensi PTKIN yang hari ini bernama Universitas Islam Negeri Madura lahir bersama para pelaku sejarahnya. Mereka tidak pernah mati dari sejarah kepemimpinan dan sejarah kelembagaan karena masing-masing telah menorehkan tinta emas melalui kontribusinya untuk kampus yang kita cintai ini,” tutur Rektor.

Salah satu figur yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut, lanjut Rektor, adalah Moh. Mashur Abadi. Kehadiran buku yang ditulis bersama oleh sivitas akademika dan berbagai pihak yang pernah bersentuhan dengan kehidupan almarhum menjadi sarana untuk membaca kembali kontribusi dan jejak yang telah ditorehkannya dalam perjalanan transformasi UIN Madura.

“Ada banyak cara untuk memberikan penghargaan kepada sivitas akademika maupun orang-orang yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perubahan kelembagaan UIN Madura. Saya pikir, menuliskan jejak mereka seperti yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu bentuk penghargaan dalam dimensi akademik yang sangat membanggakan,” tegasnya.

Menurut Rektor, setiap orang memiliki pengalaman dan kedekatan yang berbeda dengan almarhum, baik secara emosional, akademik, kultural, maupun kemanusiaan. Keragaman pengalaman tersebut menjadikan buku Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I. tidak sekadar menjadi kumpulan tulisan, melainkan sebuah rekaman kolektif mengenai sosok yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan institusi.

Dari Memori Personal Menuju Warisan Akademik

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku yang menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang dan kedekatan yang berbeda dengan Moh. Mashur Abadi.

Narasumber pertama, Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I., merupakan alumni UIN Madura yang saat ini menjadi dosen pada salah satu PTKI di Pamekasan. Kehadirannya menghadirkan perspektif dari generasi akademik yang memiliki keterhubungan dengan jejak pemikiran dan pendidikan almarhum.

Perspektif berikutnya disampaikan Dr. Mulyadi, M.Pd., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura. Sebagai salah satu teman diskusi Moh. Mashur Abadi, Dr. Mulyadi mengulas sosok almarhum melalui pengalaman intelektual dan tradisi diskusi yang pernah dibangun bersama.

Sementara itu, Dr. Ainurrahman Hidayat, M.Hum., menghadirkan perspektif sebagai teman seperjuangan almarhum selama berkegiatan di LPPM. Pengalaman tersebut semakin memperkaya pembacaan terhadap sosok Moh. Mashur Abadi, bukan hanya sebagai dosen dan mantan pimpinan lembaga, tetapi juga sebagai kolega yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan akademik UIN Madura.

Beragam perspektif yang muncul dalam sesi bedah buku memperlihatkan bahwa sebuah perjalanan akademik tidak hanya meninggalkan karya dan jabatan, tetapi juga pemikiran, keteladanan, hubungan kemanusiaan, serta pengalaman yang hidup dalam ingatan orang-orang di sekitarnya.

Melalui kegiatan Penguatan Literasi Akademik melalui Penulisan Buku dan Bedah Buku ini, LPPM UIN Madura sekaligus menegaskan pentingnya tradisi menulis sebagai salah satu cara menjaga memori kelembagaan. Pengalaman, pemikiran, dan kontribusi para pendahulu tidak berhenti sebagai ingatan personal, tetapi ditransformasikan menjadi pengetahuan tertulis yang dapat diwariskan, dibaca, didiskusikan, dan dikritisi oleh generasi berikutnya.

Dengan demikian, buku “Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I.” tidak hanya menjadi dokumentasi tentang seorang tokoh, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat sejarah dan tradisi akademik UIN Madura melalui budaya literasi.