Momentum Merawat Sejarah UIN Madura Melalui Kiprah dan Perjuangan Para Pendahulu
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Rabu, 30 September 2026
- Dilihat 4 Kali
--Dr. Syukron Affani, M.S.I
Kapuslit LPPM UIN Madura
Pada Senin, 28 September 2026, LPPM UIN Madura menggelar kegiatan Penguatan Literasi Akademik Melalui Penulisan Buku dan Bedah Buku Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi. Kegiatan ini dilaksanakan empat bulan setelah Pak Mashur meninggal (Jumat, 22 Mei 2026).
Selain bedah buku, dilangsungkan juga MoA (memorandum of agreement) antara LPPM UIN Madura dengan Perpustakaan UIN Madura melalui penandatanganan oleh Prof. Dr. H. Erie Haryanto (Ketua LPPM) dan Dr. Mustajab, S.Ag, S.IPI, M.Pd (Kepala Perpustakaan). MoA ini merupakan keniscayaan relasi simbiosis kelembagaan internal UIN Madura antara LPPM sebagai pusat riset dan pengabdian dan Perpustakaan sebagai unit pengelola produk kepustakaan.
Dalam sesi bedah buku Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, hadir empat orang pembedah, yaitu Dr. H. Mulyadi, S.S., M. Pd, Dr. Ainur Rahman Hidayat, S.S., M.Hum, dan Dr. Moh. Wardi, M.Pd. Dua nama awal mewakili sejawat dan kolega almarhum sedangkan nama terakhir mewakili anak didik almarhum. Moderatornya adalah Dr. H. Moch. Cholid Wardi, M.H.I, Sekretaris LPPM UIN Madura, yang lama bersama almarhum di LPPM hingga tutup usia.
Penulisan buku Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, diusulkan oleh Dr. H. Abd. Razak, S.Ag., M.Pd.I. agar di UIN Madura dimulai tradisi menyusun tulisan bunga rampai untuk tokoh-tokoh di lingkungan kampus yang meninggal dan memiliki kontribusi bagi pengembangan kampus. Dr. H. Abd. Razak merujuk pada kebiasaan di UIN Tulungagung. Di saat yang sama, beberapa tulisan testimoni tentang almarhum telah muncul di berbagai platform media. Menyambut usulan positif tersebut, Kapuslit LPPM UIN Madura mengusulkan kepada Ketua LPPM baru untuk menindaklanjuti pengumpulan berbagai tulisan kesaksian tentang almarhum untuk dikompilasi dalam suatu bunga rampai tersebut sebagai penghormatan kepada almarhum yang sejatinya jatuh sakit pada saat aktif sebagai Ketua LPPM.
Penyuntingan dan penerbitan buku bunga rampai almarhum Drs. Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I dilaksanakan dengan tanpa mengurasi rasa hormat kepada tokoh-tokoh lain di lingkungan UIN Madura yang telah terlebih dahulu mangkat namun tidak sempat diabadikan dalam suatu rangkaian bunga rampai. Faktor usulan positif dan ketersediaan bahan tulisan merupakan momentum yang tepat untuk memulai tradisi penghormatan kepada tokoh-tokoh pendahulu yang berkontribusi bagi UIN Madura.
Dalam puncak perjalanan status kelembagaan UIN Madura, trajektori kesejarahan kampus keislaman ini perlu juga diangkat dari sisi sosok-sosok pemikir dan penentu kebijakan di dalamnya. Oleh karena itu ke depan dapat dirancang suatu rencana membukukan secara lebih luas profil sosok-sosok tersebut dan pemikiran serta kebijakannya agar UIN Madura di masa yang akan datang tidak kehilangan akar, jejak, dan semangat sejarahnya. Harapannya, generasi penerus di UIN Madura memiliki teladan dan dapat meneladani perjuangan para pendahulu.