Ketua LPPM UIN Madura Mewakili Rektor di Penandatanganan Musrenbang RKPD Pamekasan 2027.
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Selasa, 10 Maret 2026
- Dilihat 42 Kali
Pamekasan, Pemkab Pamekasan mulai merumuskan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Karena itu, transformasi menuju ekonomi hijau menjadi salah satu fokus utama dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
Menurutnya, konsep ekonomi hijau tidak sekadar menjadi wacana. Konsep tersebut dipandang sebagai strategi penting agar pembangunan ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
“Transformasi ekonomi hijau merupakan strategi untuk memastikan pembangunan ekonomi tetap tumbuh dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Kholilurrahman.
Selain mendorong ekonomi yang ramah lingkungan, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah tersebut akan dilakukan melalui penguatan sektor pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah.
Bupati menilai kualitas SDM menjadi kunci penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing.
“Jika SDM kita semakin berkualitas, maka potensi ekonomi daerah juga akan berkembang lebih cepat dan mampu bersaing,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga berencana memperkuat hilirisasi produk unggulan daerah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari potensi sumber daya alam yang dimiliki Pamekasan sehingga manfaat ekonominya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Di sektor ekonomi kerakyatan, peningkatan produktivitas dan daya saing sektor pertanian, peternakan, dan perikanan tetap menjadi prioritas utama.
Ketiga sektor tersebut selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Pamekasan.
“Pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan sektor yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Karena itu penguatannya menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah,” urainya.
Melalui berbagai strategi pembangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,6 persen pada tahun 2027. Selain itu, tingkat kemiskinan juga ditargetkan turun hingga 11,606 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan meningkat menjadi 71,76 poin. Adapun rasio gini diproyeksikan berada pada angka 0,305 poin, dengan pendapatan per kapita masyarakat diperkirakan mencapai Rp26.466.400 per tahun.
Rektor UIN Madura berharap "Musrenbang ini kami pandang sebagai forum strategis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan provinsi maupun nasional. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah penting untuk menghimpun aspirasi dan usulan masyarakat yang sebelumnya telah dibahas di tingkat desa dan kecamatan, sehingga perencanaan pembangunan benar-benar berakar dari kebutuhan masyarakat.” Tegasnya
Serta dalam hal kesempatan ini, Ketua LPPM UIN Madura memiliki mimpi besar bahwa “Melalui forum Musrenbang ini, kami berharap lahir perencanaan pembangunan daerah yang benar-benar partisipatif, terintegrasi, dan tepat sasaran. Dengan demikian, setiap program yang dirancang tidak hanya menjadi dokumen semata, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Pamekasan.” Ungkapnya
Sumber: bangsaonline.
