Alamat

Kantor LPPM, Gedung Rektorat Lt. 3

Telp./WA

08989700500

Email

lppm@uinmadura.ac.id

LPPM UIN Madura Gelar Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Awal Peserta KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi 2026

  • Diposting Oleh Admin Web LPPM
  • Sabtu, 20 Juni 2026
  • Dilihat 91 Kali
Bagikan ke

Pamekasan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura menggelar Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Awal bagi mahasiswa yang dinyatakan lolos sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pascasarjana UIN Madura pada Kamis (18/6/2026) pukul 13.00–14.30 WIB tersebut diikuti oleh 50 mahasiswa terpilih dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UIN Madura.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman dan persepsi yang sama kepada seluruh peserta mengenai konsep, mekanisme, lokasi, jadwal, serta target capaian KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026. Program ini merupakan bentuk sinergi pengabdian yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk bersama-sama melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan multidisipliner.

Rapat koordinasi tersebut dipandu oleh Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Madura. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan berbagai informasi terkait latar belakang program, tema kegiatan, metode pelaksanaan, pembagian lokasi, jadwal kegiatan, hingga mekanisme pelaporan dan publikasi hasil KKN. Ia menegaskan bahwa KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta membangun jejaring antarperguruan tinggi.

“KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi merupakan ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga komitmen, integritas, serta semangat pengabdian sehingga mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Agik.

Selain menjelaskan aspek teknis pelaksanaan program, Agik juga memberikan penekanan khusus terkait etika mahasiswa selama mengikuti KKN. Menurutnya, seluruh peserta merupakan representasi sekaligus duta institusi yang akan membawa nama baik perguruan tinggi masing-masing di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk menjaga sikap, tutur kata, penampilan, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan kearifan lokal masyarakat setempat. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang santun, menghormati tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan sesama peserta KKN dari perguruan tinggi lain sebagai bagian dari upaya menciptakan kolaborasi yang harmonis selama pelaksanaan program.

“Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam menjaga etika, membangun hubungan sosial yang baik, serta meninggalkan kesan positif di tengah masyarakat. Karena itu, saya berharap seluruh peserta mampu menjadi teladan dalam bersikap, berkomunikasi, dan bekerja sama,” tegasnya.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026 melibatkan sejumlah perguruan tinggi, yaitu UIN Madura, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Islam Madura (UIM), Universitas Annuqayah, dan Universitas Al-Amien Prenduan. Program ini dikelola oleh LPPM UIN Madura sebagai bentuk penguatan kemitraan dan jejaring antarperguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Adapun tema yang diusung pada tahun ini adalah “Kolaborasi Pengabdian Berbasis Ekoteologi untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Kemandirian Masyarakat Madura.” Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan program-program pengabdian yang berorientasi pada penguatan lingkungan, sosial, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan masyarakat secara berkelanjutan.

Lokasi pelaksanaan KKN tersebar di dua wilayah, yakni Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan yang meliputi Desa Bulangan Barat, Bulangan Timur, Tebul Barat, dan Tebul Timur, serta Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep yang meliputi Desa Talango, Gapurana, Palasa, dan Padike. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada potensi pengembangan masyarakat yang dapat dikolaborasikan dengan kompetensi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Peserta juga mendapatkan pembekalan awal mengenai metodologi yang akan digunakan selama pelaksanaan KKN. Pendekatan tersebut dirancang untuk mendorong mahasiswa agar mampu melakukan pemetaan potensi, identifikasi masalah, serta merancang program pemberdayaan yang berbasis kebutuhan dan aset masyarakat.

Dalam forum tersebut, LPPM UIN Madura juga menyampaikan jadwal pelaksanaan KKN yang akan berlangsung selama 40 hari, mulai 14 Juli hingga 23 Agustus 2026. Sebelum diterjunkan ke lokasi, peserta akan mengikuti pembekalan dan briefing guna memastikan kesiapan akademik, sosial, dan teknis selama menjalankan pengabdian di masyarakat.

Selain itu, peserta menerima informasi mengenai pembagian posko dan dosen pembimbing lapangan (DPL). LPPM menegaskan bahwa pembagian posko telah dilakukan berdasarkan prinsip pemerataan program studi, fakultas, jenis kelamin, serta hasil rapat koordinasi pimpinan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menerima penempatan yang telah ditetapkan dan membangun kolaborasi yang harmonis dengan peserta dari perguruan tinggi lain. Bagi mahasiswa yang mengajukan banding atau permohonan tukar posko, diwajibkan menyertakan mahasiswa pengganti dan mengajukan permohonan paling lambat 21 Juni 2026.

Melalui kegiatan rapat koordinasi dan penyamaan persepsi ini, LPPM UIN Madura berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang utuh mengenai tujuan, mekanisme, dan capaian KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi wahana implementasi ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang penguatan jejaring akademik, pembentukan karakter, serta kolaborasi antarmahasiswa dalam membangun masyarakat Madura yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.