PECAH TELUR, TIGA TIM PENELITI UIN MADURA MENANG RISET INDONESIA BANGKIT MORA THE AIR FUNDS 2026
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Jumat, 18 September 2026
- Dilihat 298 Kali
Pamekasan, Kamis 17 September 2026—Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 380 Tahun 2026 tentang Penetapan Penerima Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Tahun 2026 bertanggal 17 September 2026, telah final menetapkan penerima pendanaan riset MoRA the Air Funds (Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesian Research Funds). Setelah melalui serangkaian persiapan dan mengikuti berbagai tahapan proses, UIN Madura berhasil mencatatkan tiga tim riset di dalam daftar pemenang tersebut.
Ketiga tim pemenang riset MoRA the Air Funds dari UIN Madura yaitu tim Prof. Dr. H. Mohammad Hasan M.Ag. dengan judul penelitian Model Bisnis Pesantren Berbasis Ekonomi Syariah dan Artificial Intelligence (AI) untuk Pengembangan UKM Produk Unggulan yang Terstandardisasi dan Replikatif; tim Dr. H. Saiful Hadi M.Pd dengan judul riset Santripreneurship Nusantara: Pengembangan Model Bisnis Pesantren berbasis Geospasial dan Kearifan Lokal di Empat Pulau Indonesia; dan tim Prof. Dr. Zainal Abidin M.E.I dengan judul riset Entrepreneurial Resilience dan Keberlanjutan UMKM Sektor Informal pada Warung Traditional 24 Jam Berbasis Work-Life Balance dan Geographic Information System (GIS).
Dalam 8 tahun, sejak 2018, UIN Madura mengirimkan tim peneliti untuk mengikuti riset MoRA the Air Funds dengan total 26 proposal penelitian. Pada tahun 2026 ini UIN Madura tercatat sebagai PTKI tujuh besar terbanyak yang antusias mengirimkan 16 proposal/tim. Sebanyak 13 tim pada tahun ini belum beruntung dan tetap diharapkan maju kembali pada tahun 2027 pada program riset kerjasama Kemenag RI dan LPDP Kemenkeu RI tersebut.
Program MoRA the AIR Funds dirancang sebagai penelitian kolaboratif dan bersifat multi-helix yang terdiri dari periset Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), periset dari beberapa lembaga riset dan/atau perguruan tinggi umum (PTU) di dalam maupun luar negeri. Juga dapat melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk menjamin ketercapaian luaran berjangka panjang serta dapat memberikan kemaslahatan bagi banyak pihak.
Penelitian MoRA the AIR Funds diselenggarakan secara multi years (1-3 tahun). Para dosen PTK diharapkan mengambil bagian pada riset bergengsi dengan anggaran yang besar antara lima ratus juta hingga dua miliar rupiah ini. Program MoRA the AIR Funds diharapkan dapat mengubah mindset dan habitus para periset, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan—dari model riset individual dan monodisiplin dengan luaran dan capaian untuk kepentingan individual ke arah kolaboratif dengan perspektif interdisipliner, multidisipliner, transdisipliner, dan berorientasi pada luaran berdampak nyata bagi pengembangan masyarakat, serta berimplikasi strategis bagi pengembangan keilmuan menuju Indonesia emas 2045. (Affani)