UIN Madura Delegasikan 10 Mahasiswa Ikuti KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran 2026 di Ponorogo
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Minggu, 12 Juli 2026
- Dilihat 39 Kali
Pamekasan – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antarpenguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) melalui pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa terbaik didelegasikan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Tahun 2026 yang diselenggarakan di bawah koordinasi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan. Delegasi UIN Madura tersebut secara resmi dilepas oleh Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., sebelum bertolak menuju Ponorogo.
Prosesi pelepasan berlangsung dalam suasana khidmat sebagai bentuk dukungan institusi terhadap mahasiswa yang akan mengemban misi pengabdian lintas daerah dan lintas perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., berpesan agar para peserta menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, serta mampu menghadirkan program-program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor juga mengajak mahasiswa menjadikan KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran sebagai momentum untuk menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa UIN Madura harus mampu menunjukkan kualitas diri melalui inovasi program, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. "Jangan hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi hadirkan karya yang memberi manfaat, menginspirasi masyarakat, dan mengharumkan nama UIN Madura," pesannya.
Lebih lanjut, Dr. Saiful Hadi mendorong seluruh mahasiswa agar mendokumentasikan setiap proses dan hasil pengabdian secara ilmiah. Pengalaman, praktik baik (best practices), maupun inovasi yang dihasilkan selama pelaksanaan KKN diharapkan dapat ditransformasikan menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi. Menurutnya, budaya menulis dan publikasi ilmiah harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sehingga hasil-hasil KKN tidak berhenti pada pelaksanaan program di lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya akademik tersebut, Rektor UIN Madura menegaskan bahwa universitas akan memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mengubah hasil kegiatan KKN menjadi artikel ilmiah dan telah terpublikasi pada jurnal nasional terakreditasi. Kebijakan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk menghasilkan luaran pengabdian yang berkualitas, berdampak, sekaligus memiliki nilai akademik yang dapat dipertanggungjawabkan melalui publikasi ilmiah.
Keikutsertaan UIN Madura merupakan bagian dari KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Tahun 2026 yang mempertemukan delapan PTKIN dalam satu ekosistem pengabdian kolaboratif. Selain UIN Madura, kegiatan ini juga diikuti oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, UIN Mataram, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, dan UIN Syekh Wasil Kediri. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan dan pelepasan yang diselenggarakan pada 7–8 Juli 2026 di Kampus UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Di Ponorogo, para mahasiswa UIN Madura akan bergabung dalam kelompok-kelompok pengabdian bersama mahasiswa dari berbagai PTKIN mitra. Model kolaboratif ini dirancang untuk memperkuat pertukaran pengalaman, memperluas jejaring akademik, sekaligus membangun sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan multidisipliner. Berdasarkan pembagian kelompok, sepuluh mahasiswa UIN Madura ditempatkan pada delapan kelompok pengabdian yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
Mengusung tema "Pemberdayaan Purna Pekerja Migran dan Penguatan Kapasitas Keluarga Migran Berbasis Potensi Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi", KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Tahun 2026 berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan berbasis potensi lokal. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa diharapkan mampu merancang dan mengimplementasikan program-program inovatif yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong keberlanjutan pembangunan desa.
Melalui partisipasi dalam KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran 2026, UIN Madura kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya kolaborasi antarkampus, meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membangun ekosistem akademik yang mengintegrasikan pengabdian, riset, publikasi ilmiah, dan prestasi mahasiswa. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKN tidak hanya menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, tetapi juga melahirkan berbagai karya ilmiah yang memperkaya khazanah keilmuan dan semakin mengukuhkan kontribusi UIN Madura dalam pembangunan bangsa.