UIN Madura Gelar Pembekalan KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026, Perkuat Sinergi Pengabdian Berdampak
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Minggu, 12 Juli 2026
- Dilihat 55 Kali
Pamekasan – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026 pada Sabtu (11/7/2026) malam di Auditorium UIN Madura. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut menjadi momentum awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat melalui program pengabdian kolaboratif lintas perguruan tinggi.
Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, M.H., Sekretaris LPPM, Dr. H. Moh. Cholid Wardi, M.H.I., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., beserta jajaran staf LPPM dan panitia pelaksana. Hadir pula para pimpinan perguruan tinggi mitra, yaitu Dr. Agus Afandi, M.Fill.I. dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Marchel Putra Garfansa, M.P. dari Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Dr. Paisun, M.Pd. dari Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, serta Andri Sutrisno, S.Pd., M.Ag. dari Universitas Al Amien Prenduan.
Pelaksanaan KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026 diikuti oleh 124 mahasiswa yang berasal dari lima perguruan tinggi mitra. Rinciannya terdiri atas 48 mahasiswa UIN Madura, 33 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, 20 mahasiswa Universitas Islam Madura, 14 mahasiswa Universitas Annuqayah Guluk-Guluk, dan 9 mahasiswa Universitas Al Amien Prenduan. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut menjadi wujud nyata semangat kolaborasi akademik dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas, inklusif, dan berdampak.
Dalam laporannya, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN Madura, menjelaskan bahwa para peserta akan melaksanakan pengabdian di dua wilayah, yakni Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dan Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Kedua wilayah tersebut dipilih karena memiliki karakteristik sosial, budaya, ekonomi, serta potensi lokal yang beragam sehingga menjadi ruang pembelajaran yang kaya bagi mahasiswa.
"Kami berharap seluruh peserta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan masyarakat, membangun komunikasi yang santun dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menyusun program kerja yang benar-benar lahir dari hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Program yang dijalankan hendaknya mampu mengoptimalkan potensi lokal sehingga memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu, narasumber utama pembekalan, Dr. Agus Afandi, M.Fill.I. dari UIN Sunan Ampel Surabaya, menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya. Menurutnya, berbagai kompetensi kepemimpinan, komunikasi, empati, kolaborasi, manajemen konflik, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat justru akan ditempa secara langsung ketika mahasiswa hidup dan berinteraksi bersama masyarakat.
"KKN bukan hanya ruang untuk mengimplementasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga kesempatan belajar dari masyarakat. Datanglah bukan sebagai pihak yang merasa paling mengetahui, melainkan sebagai mitra yang siap mendengarkan, berdialog, dan bekerja bersama masyarakat. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak berhenti ketika masa KKN selesai, tetapi mampu meninggalkan manfaat yang berkelanjutan," tuturnya.
Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, M.H., secara resmi membuka kegiatan Pembekalan KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026. Dalam sambutannya, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater masing-masing selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi disiplin, integritas, tanggung jawab, serta akhlak mulia dalam setiap aktivitas selama KKN berlangsung. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menghormati nilai-nilai budaya lokal, membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.
"Jadilah mahasiswa yang mampu menjadi teladan dalam bersikap, bukan hanya unggul dalam pengetahuan. Kehadiran Saudara di tengah masyarakat harus memberikan keteladanan, semangat kolaborasi, dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat," pesannya.
Prof. Erie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi mitra yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan KKN Kolaboratif Tahun 2026. Menurutnya, kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas jejaring akademik antarinstitusi.
"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi mitra atas komitmen dan partisipasinya dalam program ini. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan KKN berjalan sesuai tujuan serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa," ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Erie berharap kegiatan pembekalan mampu membekali seluruh peserta dengan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan kesiapan mental sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Ia mengajak seluruh mahasiswa mengikuti setiap sesi pembekalan secara sungguh-sungguh karena materi yang diberikan akan menjadi bekal dalam menyusun, melaksanakan, hingga mengevaluasi program kerja selama KKN berlangsung.
Melalui KKN Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026, UIN Madura kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya kolaborasi dalam pengabdian kepada masyarakat. Sinergi lima perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, membangun kepemimpinan, serta memperkuat karakter sebagai insan akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.