UIN Madura Monitoring KKN Persemakmuran di Ponorogo, Pastikan Program Pengabdian Berdampak bagi Masyarakat
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Kamis, 13 Agustus 2026
- Dilihat 78 Kali
Ponorogo, 3 Agustus 2026 — Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Pusat Pengabdian Masyarakat melaksanakan monitoring peserta KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Monitoring yang berlangsung pada 1–3 Agustus 2026 tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program pengabdian mahasiswa berjalan sesuai dengan tujuan KKN sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Monitoring dari UIN Madura dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd. Dalam pelaksanaannya, monitoring didampingi oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Kiai Ageng Mohammad Besari Ponorogo, Fitra Rizal, M.E. Kehadiran kedua pimpinan pusat pengabdian masyarakat tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan sinergi antarlembaga dalam penyelenggaraan KKN Persemakmuran.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari pembinaan, pengawasan, dan penjaminan mutu pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran. Selain memantau perkembangan program kerja mahasiswa, monitoring juga diarahkan untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta kebutuhan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Kegiatan monitoring berlangsung di pinggir Telaga Ngebel bersama 10 mahasiswa perwakilan UIN Madura yang mengikuti KKN Persemakmuran. Pertemuan yang berlangsung pada pukul 17.00–21.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog untuk menggali perkembangan program kerja, kondisi mahasiswa di lokasi pengabdian, koordinasi, serta pengalaman dan berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan KKN.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Agik Nur Efendi memberikan penguatan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga profesionalisme, etika, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta memastikan program kerja yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat dan keberlanjutan.
Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan program yang berbasis pada potensi dan kebutuhan lokal serta mendokumentasikan seluruh aktivitas sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik.
Salah satu peserta KKN Persemakmuran sekaligus Koordinator Mahasiswa UIN Madura, Naufal Firdausi, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN selama ini berjalan dengan baik.
“Kegiatan KKN Persemakmuran berlangsung lancar dan menyenangkan. Kami dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menjalankan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Naufal.
Menurut Naufal, mahasiswa berupaya menyusun dan melaksanakan berbagai program yang memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi masyarakat di lokasi KKN.
“Program kerja yang kami lakukan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pendampingan UMKM, bazar, sosialisasi, dan berbagai kegiatan lainnya. Kami berharap program-program tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Monitoring kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada Minggu (2/8/2026). Tim mengunjungi sejumlah lokasi KKN mahasiswa UIN Madura, yakni Desa Wagir Lor, Desa Talun, Desa Gondowido, dan Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program kerja, kondisi posko, administrasi kegiatan, interaksi mahasiswa dengan masyarakat, serta berbagai program pemberdayaan yang sedang dilaksanakan.
Di setiap lokasi, tim monitoring berdialog dengan mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat. Dialog tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperoleh gambaran mengenai respons masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa dan efektivitas program yang telah dijalankan.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Madura, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., menegaskan bahwa monitoring tidak semata-mata dilakukan untuk mengevaluasi mahasiswa. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antarlembaga dalam memastikan pelaksanaan KKN memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembinaan mahasiswa sekaligus memastikan program pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memiliki keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat di lokasi KKN.