LPPM UIN MADURA GELAR WORKSHOP SESI III UNTUK SUKSESKAN PENELITIAN MORA THE AIR FUNDS 2026
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Jumat, 8 Mei 2026
- Dilihat 55 Kali
Pada Jumat 08 Mei 2025, LPPM UIN Madura menggelar workshop sesi III dengan tema Peningkatan Kapasitas Peneliti dalam Menyusun Proposal MoRA The AIR Funds: Grow Strive, and Win yang bertempat di Auditorium Rektorat Lantai II UIN Madura. Dua pemateri penerima MoRA The Air Funds dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yaitu Dr. H. Fahruddin Ali Sabri, S.H.I., MA, Penerima Hibah MORA AIR Fund 2024-2026 dan Dr. Ahmad Hanif Asyhar, M. Si Penerima Hibah MORA AIR Fund 2025, dihadirkan untuk berbagi wawasan dan pengalaman. Salah seorang pemateri, Dr. H. Fahruddin Ali Sabri sempat menjadi bagian dari akademisi UIN Madura selama 15 tahun dan baru empat tahun mutasi dari UIN Madura ke UIN Sunan Ampel Surabaya.
Workshop sesi III ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyukseskan UIN Madura menembus penelitian MoRA the Air Funds. Workshop sesi I telah dilaksanakan pada 2 April 2026 dengan tema Penyusunan Metodologi Proposal MoRA The Air Funds 2026 pada Kamis (2/4/2026) di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. Workshop sesi I menghadirkan Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, serta Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., Ketua Tim Kerja Sama Kelembagaan dan Riset Puspenma. Sedangkan Workshop sesi II yang mengusung tema “Strategi Penguatan Tema dan Kerangka Proposal MoRA The AIR Funds Berdampak Nasional & Global” dilaksanakan secara daring pada Jumat, 10 April 2026. Workshop ke-2 ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. Mufliha Wijayati, M.S.I., Guru Besar Hukum Keluarga Islam UIN Raden Intan Lampung sekaligus reviewer nasional Litapdimas, serta Angga Teguh Prastyo, M.Pd., dosen Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga merupakan penerima hibah MoRA The Air Funds pada tahun 2025.
Dalam gelaran workshop sesi III ini, Dr. H. Fahruddin Ali Sabri dan Dr. Ahmad Hanif Asyhar membagikan wawasan dan pengalamannya lolos menjadi penerima hibah MoRA the Air Funds. Pemaparan kedua pemateri tersebut menunjukkan standar tinggi MoRA the Air Funds dan strategi yang diperhatikan agar dapat lolos penelitian berkelanjutan tahun (multiyears) ala MoRA the Air Funds. Dari pengalaman keduanya, terlihat MoRA the Air Funds merupakan penelitian dengan tingkat kerumitan tinggi. Proses penelitian MoRA the Air Funds merupakan proses kontestasi level nasional standar LPDP Kemenkeu. Kondisi tersebut dapat menggembleng dosen peneliti yang berkemauan mengikutinya untuk mendapatkan pengalaman menyusun proposal penelitian yang high competition. Mengikuti proses MoRA the Air Funds akan memberi wawasan, pengalaman, dan mental peneliti unggul yang berguna bagi dosen peneliti UIN Madura untuk mengikuti kompetisi penelitian kolaborasi yang lain di berbagai level dan bersaing dengan peneliti-peneliti elit dari tradisi penelitian yang mapan di berbagai perguruan tinggi umum.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan proposal penelitian harus menjadi salah satu prioritas LPPM untuk mendorong minat dan kompetensi dosen peneliti di lingkungan UIN Madura. Rektor menginstruksikan agar jajaran dekan membuat kebijakan yang secara kuantitatif terus mendorong dosen di lingkungan fakultas terlibat aktif dalam berbagai ekosistem penelitian termasuk MoRA the Air Funds. “Agar dosen semangat meneliti, jangan dihalangi dengan hal-hal administratif dulu,” tekan Rektor.
Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, M.H berharap semua dosen peneliti bersedia mencurahkan waktu untuk mengikuti penelitian MoRA the Air Funds. “Eligible atau tidak, buat dan kirimkan,” harapnya. LPPM UIN Madura akan berupaya memberikan pendampingan dan dukungan teknis-strategis seluas dan semampu mungkin. Ada berbagai skema dan bentuk kegiatan penelitian, publikasi, dan pengabdian yang sepatutnya disambut secara antusias oleh semua dosen dan tenaga kependidikan di UIN Madura. Selain even penelitian MoRA the Air Funds, berikutnya LPPM UIN Madura akan membuka jalan kegiatan penelitian dengan BRIN melalui program RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesa Maju). RIIM ini merupakan “MoRA the Air Funds” versi BRIN karena juga kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan sebagaimana MoRA the Air Funds. Ketua LPPM menuturkan bahwa semua ikhtiar dan “jalan ninja” untuk menciptakan iklim riset di UIN Madura akan ditempuh.
Kapuslit LPPM UIN Madura, Dr. Syukron Affani, menegaskan bahwa pesan Rektor dan harapan Ketua LPPM UIN Madura tersebut bertujuan agar semua dosen peneliti berkemauan membangun mental riset yang saat ini dirasakan masih terbatas. Menurutnya, LPPM UIN Madura berkewajiban merancang dan menciptakan iklim riset. Etos dan mentalitas beberapa dosen peneliti yang rajin bertarung mengikuti kegiatan penelitian, publikasi, dan pengabdian harus menular kepada dosen yang enggan meneliti. Selama tidak bertentangan dengan norma-aturan prinsip dan efektifitas penelitian, LPPM UIN Madura akan berupaya memfasilitasi para peneliti semaksimal mungkin.