Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

lp2m@iainmadura.ac.id

UIN Madura Dukung Pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 di Kawasan Adat Baduy Banten

  • Diposting Oleh Admin Web LPPM
  • Rabu, 13 Mei 2026
  • Dilihat 108 Kali
Bagikan ke

UIN Madura turut ambil bagian dalam rapat koordinasi dan persiapan pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 yang digelar oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten di Hotel Horison Ultima Ratu Serang pada 11–13 Mei 2026. Kegiatan nasional tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi pengabdian masyarakat antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Provinsi Banten resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN Nusantara 2026 yang akan dipusatkan di kawasan adat Baduy, Kabupaten Lebak. Program pengabdian kolaboratif nasional ini direncanakan melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai PTKIN di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian dan tinggal bersama masyarakat adat selama kurang lebih 40 hari.

Dalam kegiatan koordinasi tersebut, UIN Madura diwakili oleh Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd. selaku Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM UIN Madura. Kehadiran UIN Madura menjadi bentuk dukungan aktif terhadap suksesnya pelaksanaan program pengabdian nasional yang mengedepankan kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.

Selain mengikuti rapat koordinasi nasional, Dr. Agik Nur Efendi juga turut serta dalam kegiatan survei dan pemetaan lokasi pelaksanaan KKN di kawasan Baduy. Kegiatan tersebut dilakukan bersama panitia pusat dan perwakilan PTKIN lainnya guna memastikan kesiapan wilayah, akses mobilisasi peserta, serta pemetaan titik-titik pengabdian mahasiswa selama program berlangsung.

Rapat koordinasi dan survei lokasi turut dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Diktis Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., jajaran pimpinan UIN SMH Banten, koordinator KKN Nusantara, serta perwakilan PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Dr. Nur Kafid menegaskan pentingnya koordinasi teknis, khususnya terkait mobilisasi dan kesiapan logistik peserta KKN Nusantara 2026. Menurutnya, pengelolaan transportasi, penjemputan peserta, hingga distribusi kebutuhan mahasiswa harus dipersiapkan secara detail agar pelaksanaan KKN berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik.

Sementara itu, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat Baduy kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ia menilai masyarakat Baduy tetap mampu menjaga adat dan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Melalui keterlibatan dalam koordinasi dan survei lokasi tersebut, UIN Madura menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 sebagai ruang penguatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi nasional, pengembangan moderasi beragama, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal Indonesia.