Sekretaris LPPM UIN Madura Tuntaskan Disertasi tentang Pengobatan Tradisional “Koteka” Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Kamis, 7 Mei 2026
- Dilihat 40 Kali
Surabaya, Sekretaris LPPM UIN Madura, Moch. Cholid Wardi, berhasil menyelesaikan ujian terbuka disertasi pada Kamis, 07 Mei 2026 di UIN Sunan Ampel Surabaya. Disertasi yang diangkat berjudul “Konstruksi Praktik Pengobatan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal ‘Koteka’ di Madura Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah”.
Ujian terbuka tersebut berlangsung secara khidmat dan akademis dengan melibatkan sebanyak tujuh penguji, termasuk akademisi dari Universitas Airlangga, serta tim dari LPPM UIN Madura yang hadir memberikan dukungan penuh sebagai bentuk support system dan apresiasi atas perjuangan akademik yang telah ditempuh. Kehadiran tim LPPM menjadi simbol solidaritas dan semangat kolektif dalam membangun budaya akademik di lingkungan kampus. Dalam forum ilmiah tersebut, berbagai pertanyaan, kritik, dan pendalaman konseptual disampaikan guna menguji kekuatan metodologi, argumentasi, serta konsistensi epistemologis penelitian yang dilakukan.
Dalam disertasinya, Moch. Cholid Wardi mengkaji praktik pengobatan tradisional “Koteka” yang berkembang di masyarakat Madura sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Kajian tersebut dianalisis melalui perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah guna melihat nilai kemaslahatan, perlindungan kesehatan, serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat modern. Penelitian ini dinilai memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan studi keislaman, budaya lokal, dan kesehatan tradisional berbasis masyarakat.
Ketua LPPM UIN Madura menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian akademik tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.
“Semoga capaian ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan di lingkungan UIN Madura. Kami berharap penelitian tentang kearifan lokal seperti ini terus dikembangkan sehingga mampu memperkuat identitas budaya Madura sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan semakin banyak dosen dan tenaga akademik di lingkungan UIN Madura yang terdorong untuk melanjutkan studi dan menghasilkan riset-riset berkualitas, khususnya yang berbasis kearifan lokal dan penguatan moderasi beragama. Dengan demikian, LPPM dapat terus menjadi motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan zaman.